Sudah ribuan kali kami ucapkan
Sedikitnya 17 kali kami ucapkan setiap hari
Tapi, kami tak mengerti ke arah mana ucapan kami
Hingga Kau bukakan rahmat-Mu
Saat kami memasuki rumah-Mu

Jalan yang lurus kami mohonkan pada-Mu
Berbuih mulut ini tanpa makna
Hingga Kau bukakan petunjuk-Mu
Wahai Tuhan, terima kasih….
Saat Kau arahkan kami membaca surat dari-Mu

Begini isi suratnya…

[15:39] Iblis berkata : “Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

[15:40] kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

[15:41] Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)

[15:42] Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Salat itu anugerah Tuhan untuk siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang dikehendaki Tuhan? Siapa saja yang mau mengenal-Nya.
Alam semesta ini ‘ada’ karena Tuhan ‘ingin’ dikenal.
Siapa yang diberi amanah untuk ‘mampu’ mengenal Tuhan?
Gunung menolak…
Manusia menerima…
Dan manusia paling banyak membantah…

qaala ata’buduuna maa tanhituuna
[37:95]
Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?
waallaahu khalaqakum wamaa ta’maluuna

[37:96]
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.

Berhala…
KBBI mengartikannya patung dewa atau sesuatu yang didewakan untuk disembah dan dipuja.
Ibrahim memaknainya sebagai apa yang kalian pahat…
Tapi, sadarkah Anda bahwa Ibrahim bermaksud lebih dari itu?
Apa yang kalian pahat…
Apa yang kalian buat…per-buat-an
Karya kalian…
Layakkah kalian menyembah karya kalian?
Pantaskah kalian memuja karya kalian?
Padahal Tuhan menciptakan kalian dan karya kalian; perbuatan kalian?
Padahal Tuhan mengajarkan kalian berkata-kata…
.


عبدي أطعني فيما أمرتك ولا تعلمني فيما يصلحك

Hambaku…
Tunaikan saja yang sudah Aku perintahkan padamu.
Dan tidak perlu kau ajari Aku tentang ihwal yang terbaik untukmu.

Wahai Tuhanku…
Bagaimana mungkin aku ‘mengajari-Mu’ tentang ihwal yang terbaik untukku…
Berkata-kata saja aku Kau ajari…