Wahai Salik,
Berhati-hatilah engkau di jalan Tuhanmu
Masih banyak perintang jalan yang lain
Kau sangka semua ‘karya manusia’ itu karya manusia?
Lalu, di mana kau tempatkan karya Tuhanmu?
Maha Suci Tuhan yang menjadikan manusia berkarya…
Wahai Salik, persangkaanmu itulah perintang jalanmu
Kau ingin ibadahmu disaksikan manusia…
Apakah tidak cukup Tuhanmu sebagai saksi?
Kau ingin memperoleh surga dengan ibadahmu
Layakkah rahmat Tuhanmu kau bayar dengan beribu tahun ibadahmu?
Bahkan satu matamu lebih berat daripada ribuan tahun ibadahmu
Wahai Tuhan ampuni kami, rahmati kami, maafkan kami

terinspirasi dari ad-Durr an-Nafiis (Mutiara yang Indah)
Karya Syekh Muhammad Nafis bin Idris Albanjari