Akal bicara, sesama akal menerima atau menolak

Hati bicara, semua hati menerima…bila ada yang menolak

niscaya Akallah yang menolak

اللهم أنت ربى لا إله إلا أنت

خلقتنى و انا عبدك و انا على عهدك و وعدك ماستطعت

اعوذ بك من شر ما صنعت

أبوء لك بنعمتك عليَّ

و أبوء بذنبى

فاغفرلى فإنه لا يغفر ذنوب إلا أنت

Wahai Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan kecuali Engkau
Kau ciptakan aku dan aku hamba-Mu
Aku terikat janji pada-Mu (bahwa Engkau Rabb-ku)
dan akan kupenuhi janjiku itu sekemampuanku

Aku berlindung pada-Mu dari buruknya kelakuanku
Ku akui bahwa nikmat yang aku peroleh ini berasal dari-Mu
Ku akui pula segala dosaku
Maka, ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Ada dialog yang menarik antara Ibn ‘Athaillah dan Ibn Taymiyah. Silakan ambil yang terbaik.

[39:18] yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN)
ayat 18
)

Selanjutnya, untuk membaca dialog 2 ulama besar itu, silakan klik di sini.

إرادتك التجريد مع إقامة الله إياك فى الأسباب

من الشهوة الخفية

و إرادتك الأسباب مع إقامة الله إياك فى التجريد

انحطاط من الهمة العلية

“Bila hasratmu semata-mata untuk tajrid kepada Allah (melulu beribadat, tanpa mengusahakan urusan dunia), sedangkan Allah masih menempatkan dirimu pada golongan orang-orang yang harus berusaha (bekerja untuk kebutuhan sehari-hari), hasratmu itu termasuk syahwat (hawa nafsu) yang tersamar.”

“Sementara itu, bila hasratmu untuk bekerja (dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari) meningkat, sedangkan Allah telah menempatkan dirimu pada golongan orang-orang yang tajrid, hasratmu itu berarti menurunkanmu dari potensi yang mulia/tinggi” dari Hikam 2 Ibn ‘Athaillaah

Tanda bahwa Allah menempatkan dirimu dalam golongan yang harus berusaha/bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupmu adalah bila pekerjaan/usaha itu terasa ringan bagimu sehingga tidak menyebabkan dirimu meninggalkan kewajiban-kewajiban agamamu serta tidak membuat dirimu tamak terhadap hak orang lain.

Tanda bahwa Allah menempatkan dirimu dalam golongan tajrid adalah bila Allah mencukupkan bagimu keperluan hidup dari jalan yang tidak terduga sehingga jiwamu tetap tenang ketika terjadi kekurangan. Hal itu karena dirimu tetap ingat dan bersandar pada Allah dan tidak berubah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban agamamu.

Baca tanda-tanda itu dan istiqamahlah pada kedudukanmu hingga Allah menentukan taqdirmu!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.