Terinspirasi oleh Syekh Maulana Sa’di Assirazi dalam Gulistan
Penguasa disebut penguasa karena ia berpunya dan berkuasa
Sebab itu pula layaklah ia melindungi rakyat
Domba bukan untuk penggembala
Tetapi penggembalalah pelindung domba dari srigala
Ketika takdir bicara,
Perbedaan penguasa dan rakyat sirna.
Jika insan menuju pusara,
Tiada beda rakyat dan penguasa.

3 comments
Comments feed for this article
29 April, 2008 pada 10:08 am
Heru
Siapa sih Sa’di itu?
30 April, 2008 pada 10:18 am
Bahtiar
Sa’di itu pujangga sufi sezaman dengan Jalaluddin Rumi (sekitar abad ke-13 M). Nama lengkapnya Musliuddin Sa’di Al-Shirazi. Pernah berguru kepada Syeikh al-Suhrawardi.
21 Januari, 2009 pada 9:35 am
Alfian
Sependapat dengan Bahtiar.
Saya punya buku Sa’di. Judulnya Bustan, Taman Bunga Kebajikan